Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan membuka Acara Sosialisasi Bahaya Pornografi. Sosialisasi berlangsung di Aula TP PKK Prov. Jabar Jalan Soekarno Hatta Bandung, Rabu 6 April 2016

Bahaya Pornografi, Netty Bekali Kader PKK Pengetahuan

Tidak dipungkiri tayangan visual memang menarik untuk dilihat baik dengan adanya kemajuan teknologi yang tidak terbatas. Tetapi ketika kecanggihan teknologi disalahartikan bagi pelajar untuk mencari informasi dan data menjadi bumerang bagi orangtua ketika munculnya tayangan pornografi baik sadar dan tidak.

Hal tersebut ditegaskan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan pada Sosialisasi Bahaya Pornografi Tahun 2016 dengan tema Pornografi No Prestasi Yes di Aula Kantor PKK Provinsi Jawa Barat, Rabu (6/4/16).

Jika anak-anak ini telah terpapar pornografi Maka sudah dipastikan sistem otaknya akan rusak dan ada hormon yang membuat rasa ketagihan atas tayangan tersebut. “Sehingga biasanya akan menuntut untuk membentuk sebuah perpustakaan porno yang menimbulkan kekerasan seksual seperti yang banyak terjadi di Jawa Barat,” lanjutnya.

Seperti yang telah disampaikan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI, mengingatkan kembali kepada para orang tua bahwa hampir 100% anak-anak di Indonesia yang berusia 17 tahun sudah pernah membuka situs porno baik secara langsung maupun tidak.

“Saya percaya dan kita yakini bersama anak-anak mempunyai potensi yang luar biasa maka harus kita kembangkan dan jaga sampai mereka menjadi orang yang sukses di masa akan datang,” papar Netty.

Hal ini menjadi kewaspadaan kita bersama bahwa peran orangtua sangat besar bukan saja sekedar memberikan kebutuhan fisik tetapi bagaimana caranya membangun nilai-nilai agama, kebenaran dan kebaikan melalui komunikasi tatap muka. Tentunya bagi pelajar dapat memanfaatkan dengan sebaik mungkin dalam menggunakan alat komunikasi sebagai jendela ilmu bukan sebagai hal yang negatif.

Netty berharap Kader PKK dari Pokja I, sesuai dengan tupoksi nya untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya pornografi, regulasi apa yang harus dibangun dan bagaimana membangun strategi komunikasi di keluarga. Dengan demikian akan terdeteksi secara dini mana saja anak yang terpapar pornografi.

Sosialisasi Bahaya Pornografi Tahun 2016 dihadiri oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Provinsi Jawa Barat Kusmayadi, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Rudi Budiman, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, Wakil ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Giselawati Mizwar, Pokja I PKK dari 21 kabupaten/kota se Jawa Barat dan perwakilan siswa siswi SMU dan SMK di Kota Bandung. [humas jabar]

Artikel Terkait

Workshop Kabupaten/Kota Layak Anak Sukabumi, 5 Februari 2019Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan kegiatan Workshop Kabupaten/Kota Layak Anak di Kabupaten Sukabumi Tahun 2020. Kepala DP3AKB Provinsi Jawa ...
Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020 Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 membuka Secara resmi penyelenggaraan Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) yang dilaksanakan di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Su...
Santuni Pelajar Korban Kecelakaan Luka Bakar Kemarin, Selasa, 18 Juli 2017, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Dewi Sartika, M. Si. mengunjungi seorang anak laki-laki, korban kecelakaan luka bakar di...
Menari Three Ends Bareng Menteri Yohana Ibu Kepala Dinas P3AKB, Dewi Sartika mendampingi Mama Yo (Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Kerja Jokowi- JK) menari Three Ends. Three Ends merupakan program unggulan Kementerian ...

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.