Silakan simak videonya di bawah ini

Masa kehamilan terutama dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan masa emas sehingga perlu perhatian khusus. Ibu hamil perlu memeriksakan kehamilannya minimal 4 kali kepada dokter atau bidan. Ibu hamil juga memerlukan informasi yang benar untuk kesehatan diri dan bayinya serta memperoleh asupan gizi yang cukup dan seimbang. Hal ini penting agar bayi yang dilahirkan sehat dan memiliki berat badan normal.

Selain itu setiap bayi yang dilahirkan harus memiliki Akte Kelahiran. Tapi pada sebagian besar ibu hamil yang hidup di bawah garis kemiskinan yang terjadi adalah sebaliknya. Mereka belum mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan juga keterbatasan terhadap informasi kesehatan. Dan yang pasti mereka tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Akibatnya anak yang dilahirkan berat badannya di bawah normal, bahkan sebagian anak tidak memiliki akta kelahiran.

Itulah yang banyak terjadi pada anak-anak seperti Ani. Ani seharusnya mendapat air susu ibu eksklusif 6 bulan pertama, imunisasi dasar lengkap dan gizi yang cukup dan seimbang. Tetapi karena kondisi ekonomi keluarga Ani yang buruk kesemuanya itu tidak diperoleh Ani. Ditambah lagi dengan tidak tersedianya sanitasi dan air bersih yang memadai sehingga Ani menjadi anak yang rentan terhadap penyakit. Semua itu pada akhirnya mempengaruhi tumbuh kembang Ani. Tak heran jika pertumbuhan Ani terhambat, apalagi jika dibandingkan dengan teman-teman sebayanya. Ani tidak berkesempatan mengikuti pendidikan usia dini dan saat memasuki usia sekolah Ani hanya dapat bersekolah sampai tingkat Sekolah Dasar saja.

Ketika teman-temannya melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi Ani terpaksa harus bekerja dalam usia muda. Namun karena pendidikannya rendah maka pekerjaan yang Ani dapat adalah pekerjaan kasar dengan upah kecil. Berbeda dengan teman-temannya pada usia yang masih sangat muda, Ani sudah menikah dengan suami yang juga bekerja dengan upah kecil.

Cerita ini akan berulang kembali saat Ani Hamil dengan kondisi serupa. Akan terus ada Ani-Ani lain di negeri ini. Karena itu kita harus putuskan siklus ini. Marilah kita peduli kepada begitu banyak anak seperti Ani. Pastikan semua anak mendapatkan gizi yang cukup, pendidikan setinggi mungkin dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembangnya sehingga mereka menjadi anak-anak yang berkualitas. Semua ini akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas keluarga, masyarakat dan kemajuan bangsa sehingga terwujud kabupaten dan kota layak anak menuju Indonesia Layak Anak.

Artikel Terkait

Bukittinggi Menjadi Tuan Rumah Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-90 Siaran Pers Nomor: B- 275 /Set/Rokum/MP 01/12/2018 Kota Bukittinggi (21/12) – Peran perempuan sebagai ibu bangsa diharapkan dapat menjadi tauladan, pelopor, agen of change, serta individu yang memiliki potensi, p...
Aher: Kehadiran PNS Senin, Harus 100% Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan, kehadiran PNS Jabar di hari pertama masuk kerja lagi Senin (3/7) harus 100%. Menurut Aher tidak ada alasan untuk bolos kerja kecuali sakit. "Libur atau cuti bersama lebaran...
Counting Down 222 Hari Menuju PON XIX Jabar Acara hitung mundur (counting down) jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016 dilaksanakan setiap bulan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016, Deddy Mizwar atau akrab disa...
3 Gaya Pola Asuh yang Diterapkan Orangtua Pola asuh yang berbeda antara suami dan istri terkadang berujung pada konflik. Namun lebih jauh lagi, ini bisa memunculkan kebingungan di benak anak mengenai apa yang harus ia perbuat, bagaimana sebaiknya ia bertindak, hingga...
Aher: Keberhasilan Ini Berkat ASN Jabar Sejak tahun 2008 hingga 2016, Provinsi Jabar sudah mendapatkan lebih dari 220 penghargaan nasional dan internasional. Menurut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, keberhasilan itu berkat kinerja PNS atau ASN di lingkungan masin...

Leave a Reply

Your email address will not be published.