
Bandung, 13 Mei 2026 — Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” Standar-II Provinsi Jawa Barat resmi dibuka pada Rabu (13/5/2026) bertempat di Rooftop DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung terwujudnya lansia perempuan yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat di masa tua.
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 110 peserta lansia perempuan. Selain mengikuti rangkaian pembukaan sekolah lansia, para peserta juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi kesehatan lansia agar tetap prima dan berkualitas. Pemeriksaan kesehatan didukung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Puskesmas Puter Kota Bandung.
Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung atas kolaborasi DPRD Provinsi Jawa Barat Komisi V, DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Indonesia Ramah Lansia Jawa Barat, PWRI Jawa Barat, dan PUSPAGA Jawa Barat sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan lanjut usia melalui pendidikan sepanjang hayat, penguatan kesehatan fisik dan mental, peningkatan kemandirian sosial dan ekonomi, serta penguatan nilai-nilai budaya Sunda yang menjunjung tinggi penghormatan kepada ibu dan perempuan lansia.
Kegiatan diawali dengan laporan penyelenggara oleh Kepala Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung”, Dr. Hj. Nenny Kencanawati, M.Si., yang menyampaikan pentingnya keberadaan sekolah lansia sebagai ruang pembelajaran, pemberdayaan, dan penguatan sosial bagi perempuan lanjut usia di Jawa Barat.
Selanjutnya, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes., Sp.DLP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” Standar-II serta komitmen untuk terus mendukung pelaksanaan sekolah lansia di Jawa Barat.
Beliau menyampaikan bahwa Jawa Barat saat ini telah memasuki fase ageing population dengan proporsi perempuan lansia yang lebih besar, yakni mencapai 51,17 persen. Kondisi tersebut menunjukkan meningkatnya angka harapan hidup masyarakat Jawa Barat yang perlu diimbangi dengan upaya perlindungan dan pemberdayaan kelompok lansia agar tetap aktif, sehat, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik.
“Lansia perempuan harus tetap memiliki ruang untuk belajar, berkembang, dan berdaya di tengah masyarakat. Sekolah Lansia diharapkan menjadi wadah pembelajaran sepanjang hayat sekaligus ruang silaturahmi dan penguatan mental sosial bagi para lansia perempuan di Jawa Barat,” ujar dr. Siska Gerfianti.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua PWRI Jawa Barat, Drs. H. Yuyun Muslihat, M.M., serta Direktur Indonesia Ramah Lansia Jawa Barat, Dr. Susiana Nugraha, S.K.M., M.N., yang turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan program ramah lansia di Jawa Barat.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.AP., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan perempuan lansia di Jawa Barat.
Beliau juga secara resmi membuka kegiatan Sekolah Lansia Perempuan “Nyaah Ka Indung” Standar-II Provinsi Jawa Barat dan mendorong terwujudnya Jawa Barat sebagai Provinsi Ramah Lansia melalui penguatan kebijakan yang masif hingga ke tingkat desa.
“Keberadaan lansia dapat menjadi salah satu tolok ukur kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat. Oleh karena itu, diperlukan perhatian dan dukungan bersama agar lansia tetap sehat, aktif, dan produktif,” ungkap Hj. Siti Muntamah.
Kegiatan pembukaan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah silaturahmi dan penguatan kebersamaan antar perempuan lansia.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan dapat terwujud lingkungan masyarakat yang semakin ramah lansia serta meningkatnya kepedulian terhadap kesejahteraan perempuan lanjut usia di seluruh wilayah Jawa Barat.
Kegiatan ditutup dengan sesi ramah tamah dan foto bersama seluruh peserta sebagai simbol semangat kolaborasi dalam mewujudkan perempuan lansia yang sehat, bahagia, mandiri, aktif, dan bermartabat.
Penulis: Irfan Supriyadi



