Hero section image background

Gubernur Jawa Barat Pimpin Upacara HUT Ke-80 RI, Tekankan Makna Kemerdekaan dan Kesejahteraan Rakyat

Minggu, 17 Agustus 2025

berita

876

Postingan ini dilihat

2

Postingan ini dibagikan

Poster post Gubernur Jawa Barat Pimpin Upacara HUT Ke-80 RI, Tekankan Makna Kemerdekaan dan Kesejahteraan Rakyat

BANDUNG, 17 Agustus 2025 – Gubernur Jawa Barat memimpin Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung khidmat di Lapangan Gasibu, Kota Bandung, pagi ini. Acara bersejarah ini dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta ribuan peserta upacara dari berbagai elemen TNI, Polri, dan instansi pemerintah.

Dalam amanatnya, Gubernur Jawa Barat menyoroti makna mendalam dari kemerdekaan, bukan hanya sebagai kebebasan dari penjajahan, melainkan juga sebagai pembebasan fundamental atas hak-hak dasar rakyat. "Kita harus terbebas atas hak kepemilikan tanah, terbebas untuk menghirup udara bersih, menikmati matahari, dan air yang merdeka menjadi kekayaan alam yang bisa dinikmati semua tanpa harus berbiaya," tegas Gubernur.

Upacara diawali dengan pengibaran bendera Sang Merah Putih oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tampil prima. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka, Gubernur mengumumkan pemberian bonus untuk seluruh anggota Paskibraka yang telah menjalankan tugas dengan sangat baik.

Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya pembangunan yang paripurna dan berorientasi pada kepentingan rakyat. Ia menggarisbawahi pendidikan sebagai fondasi kesetaraan, di mana setiap anak bangsa, tanpa memandang status sosial atau kondisi fisik, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan layak dari negara. "Pendidikan bukan melahirkan eksklusivisme, tetapi memberikan kesetaraan," ujarnya.

Gubernur juga memperkenalkan konsep Pancawaluya dalam pendidikan karakter, yang mencakup lima pilar utama: "cager (sehat), bager (baik hati), benar (transparan), pintar (cerdas), dan singer (terampil)." Kelima nilai ini, yang berakar pada kearifan lokal Sunda, diharapkan membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berkualitas dan berdaya saing. Ia mencontohkan, untuk mencapai masyarakat "cager", pemerintah akan fokus pada konsumsi makanan bergizi dan akses air bersih.

Di akhir amanatnya, Gubernur menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jawa Barat apabila masih ada kekurangan dalam pelayanan pemerintah, terutama terkait layanan kesehatan dan BPJS. "Masih banyak rakyat kita yang pulang dari rumah sakit secara paksa karena BPJS-nya tidak meng-cover," ungkapnya prihatin. Ia menyerukan kepada seluruh jajaran pemerintah untuk terus berupaya menyelesaikan penderitaan rakyat secara kolektif.

Upacara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemajuan bagi Provinsi Jawa Barat dan seluruh rakyat Indonesia. Peringatan HUT ke-80 RI ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk bersatu padu meneruskan cita-cita luhur para pahlawan dalam membangun bangsa yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur.

Penulis: Irfan Supriyadi