Hero section image background

Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Warnai Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026

Sabtu, 1 Agustus 2026

berita

106

Postingan ini dilihat

1

Postingan ini dibagikan

Poster post Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Warnai Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026

Bandung, 31 Juli 2026 – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat sukses menyelenggarakan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang dikemas dalam Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat mengusung tema "Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas". Kegiatan yang berlangsung di Teater Tertutup Dago Tea House, Kota Bandung ini menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam memenuhi hak anak sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah sebagai bagian dari pembangunan karakter menuju Indonesia Emas 2045.

Rangkaian Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 telah dimulai sejak beberapa bulan sebelumnya melalui berbagai kegiatan yang melibatkan ribuan anak dari seluruh Jawa Barat. Kegiatan tersebut meliputi Pasanggiri Biantara dalam Bahasa Sunda, Arab, dan Inggris yang diikuti 1.381 peserta, webinar advokasi dan sosialisasi hak anak melalui program Ngopi Sahabat Goes to School yang melibatkan lebih dari 1.000 anak, serta berbagai perlombaan Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat seperti Tari Merak, Rampak Pencak Silat, Ngawih Pupuh, dan Audisi Pemandu Acara (MC) yang diikuti 774 anak. Seluruh rangkaian kegiatan mencapai puncaknya melalui Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi Jawa Barat yang menghadirkan 893 anak perwakilan dari 27 kabupaten/kota, mulai dari jenjang PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA sederajat. Data tersebut sejalan dengan paparan pada pembukaan acara mengenai jumlah peserta dan rangkaian Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Bidang Hubungan Kelembagaan, Bapak Indra Gunawan, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.A.P., para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, instansi vertikal di Provinsi Jawa Barat, Bunda Forum Anak Daerah Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, para Kepala Dinas yang membidangi urusan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten/Kota, perwakilan UNICEF Indonesia, Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat, APSAI, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, serta perwakilan anak dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Acara diawali dengan Pengukuhan Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat Periode 2026–2028 yang dilanjutkan dengan Pembacaan Suara Anak Jawa Barat sebagai bentuk partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi kepada pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Aspirasi tersebut berisi harapan agar seluruh anak memperoleh pemenuhan hak, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, maupun perkawinan anak, serta mendapatkan ruang yang aman untuk tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara bermakna.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan para finalis Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat yang menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya khas dari 27 kabupaten/kota. Penampilan tersebut menjadi wujud nyata kreativitas anak-anak Jawa Barat sekaligus media pelestarian budaya Sunda yang dikemas secara menarik, edukatif, dan partisipatif.

Memasuki Sesi II, Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat dr. Siska Gerfianti, Sp.DLP., M.H.Kes., mewakili Gubernur Jawa Barat, menyampaikan bahwa Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memberikan ruang partisipasi yang luas bagi anak sekaligus memperkuat pendidikan karakter melalui budaya lokal.

"Anak merupakan aset strategis bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang. Melalui Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat, kita tidak hanya memberikan ruang berekspresi bagi anak, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap budaya Sunda sebagai identitas yang harus terus dilestarikan. Inilah bagian dari ikhtiar kita membangun generasi Jawa Barat yang Cager, Bager, Bener, Pinter, dan Singer menuju Indonesia Emas 2045."

Beliau juga menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi, anak-anak perlu terus dikenalkan pada nilai-nilai budaya Sunda sebagai fondasi pembentukan karakter sekaligus memperkuat jati diri generasi muda. Pesan tersebut juga menjadi salah satu fokus utama yang disampaikan dalam pembukaan Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat.

Selanjutnya, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.A.P., yang akrab disapa Umi Oded, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat yang dinilai mampu menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, sekaligus inspiratif bagi anak-anak.

"Anak-anak bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga pewaris budaya bangsa. Festival ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menampilkan bakat, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa. Kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mewujudkan Jawa Barat yang benar-benar ramah anak."

Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Bidang Hubungan Kelembagaan, Bapak Indra Gunawan, dalam sambutan penutupnya mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam memperingati Hari Anak Nasional melalui pendekatan budaya. Ia menegaskan bahwa Hari Anak Nasional harus menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pihak dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh haknya secara utuh.

"Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Hari Anak Nasional tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan perkawinan anak. Kami mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menghadirkan pendekatan budaya sebagai media membangun karakter anak."

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, diumumkan para pemenang Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat Tahun 2026, yang meliputi kategori Pasanggiri Biantara, Tari Merak, Rampak Pencak Silat, Ngawih Pupuh, serta Pemandu Acara (MC). Para pemenang menerima penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, bakat, serta semangat dalam melestarikan budaya daerah. Seluruh peserta Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat juga memperoleh sertifikat penghargaan atas partisipasinya dalam mendukung pelestarian budaya Sunda di kalangan generasi muda.

Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama seluruh tamu undangan, para pemenang lomba, Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat, serta perwakilan anak dari 27 kabupaten/kota sebagai simbol komitmen bersama dalam mewujudkan Jawa Barat yang ramah anak, berbudaya, dan inklusif.

Melalui semangat "Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas", Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap seluruh anak Jawa Barat terus tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berbudaya, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat diharapkan menjadi ruang berkelanjutan bagi anak untuk berekspresi, berpartisipasi, mengembangkan potensi terbaiknya, sekaligus memperkuat identitas budaya sebagai bekal menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis: Humas