Hero section image background

Ngopi Sahabat Edisi Ke 7 Dengan Tema Menolak Burn Out Saatnya All Out

Selasa, 1 September 2026

berita

3

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Ngopi Sahabat Edisi Ke 7 Dengan Tema Menolak Burn Out Saatnya All Out

Cimahi, 1 September 2026 — Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat kembali menyelenggarakan NGOPI SAHABAT (Ngobrol Pagi Seputar Hak Anak Hebat) Edisi ke-7 dengan tema “Menolak BurnouT, Saatnya All Out_ ” di SMK Negeri 1 Cimahi. Kegiatan dilaksanakan secara hybrid dan diikuti sebanyak 1.585 peserta, terdiri atas 675 peserta luring yang merupakan siswa-siswi SMK Negeri 1 Cimahi dan910 peserta daring yang berasal dari perangkat daerah lingkup Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten/kota, serta berbagai mitra DP3AKB Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari sekolah-sekolah yang mendapatkan pendampingan DP3AKB Provinsi Jawa Barat dalam pelaksanaan MPLS 2026, yaitu:
SMAN 1 Jatisari, Kabupaten Karawang
SMAN 1 Jamblang, Kabupaten Cirebon
SMAN 11 Bandung, Kota Bandung
SMAN 7 Bogor, Kota Bogor
SMAN 27 Bandung, Kota Bandung
SMAN 8 Depok, Kota Depok

Kehadiran sekolah-sekolah tersebut menjadi bagian dari penguatan keberlanjutan edukasi dan pendampingan kepada satuan pendidikan dalam mendukung pemenuhan hak anak, khususnya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan dialog bagi anak dan remaja untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara tuntutan belajar, aktivitas sosial, kehidupan keluarga, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes., Sp.DLP., memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi NGOPI SAHABAT Edisi ke-7. Dalam arahannya, Kepala DP3AKB menyampaikan bahwa isu burnout sangat relevan dengan kehidupan remaja saat ini.

Menurutnya, anak dan remaja menghadapi berbagai tekanan yang dapat berasal dari tuntutan akademik, lingkungan pertemanan, keluarga, penggunaan teknologi dan media sosial, hingga kekhawatiran terhadap masa depan.

“Anak-anak kita hari ini menghadapi tantangan yang tidak sedikit. Ada tuntutan untuk berprestasi, tekanan dari lingkungan, persoalan pertemanan, penggunaan media sosial, bahkan kekhawatiran tentang masa depan. Karena itu, kita perlu memastikan anak-anak memiliki ruang untuk bercerita, beristirahat, berekspresi, dan mendapatkan dukungan ketika menghadapi tekanan,” ujar Kepala DP3AKB Jawa Barat.

Ia menegaskan bahwa upaya mencegah burnout pada anak dan remaja bukan hanya menjadi tanggung jawab anak itu sendiri. Pencegahan burnout membutuhkan dukungan dan kepedulian bersama dari sekolah, guru, keluarga, pemerintah, serta lingkungan sosial di sekitar anak.

“Jangan sampai anak merasa bahwa ketika dirinya lelah, ia dianggap lemah. Ketika anak membutuhkan waktu untuk beristirahat, bukan berarti ia tidak mau berusaha. Kita perlu membangun lingkungan yang membuat anak merasa aman untuk mengatakan ‘saya sedang tidak baik-baik saja’ dan mendapatkan dukungan yang tepat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala DP3AKB Jawa Barat juga mengajak para peserta untuk terus mengembangkan potensi diri dan menjadi generasi Jawa Barat yang memiliki karakter Panca Waluya, yaitu cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.

“Jadilah generasi Jawa Barat yang Panca Waluya. Tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga cageur, bageur, bener, pinter, dan singer. Anak-anak Jawa Barat harus mampu tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, cerdas, memiliki kepedulian, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.

Mengenali Burnout dan Cara Menghadapinya

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Prita Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog dengan tema “Menolak Burnout, Saatnya All Out”.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa burnout merupakan kondisi kelelahan fisik dan emosional yang dapat muncul akibat tekanan yang berlangsung terus-menerus. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk belajar, bersosialisasi, maupun mengambil keputusan.

Para peserta diajak untuk lebih peka terhadap kondisi diri sendiri dengan mengenali berbagai tanda yang dapat muncul ketika seseorang mulai mengalami kelelahan akibat tekanan yang berkepanjangan.
Beberapa tanda yang dibahas antara lain overthinking, mudah marah atau menangis, merasa tidak mampu, sulit berkonsentrasi, kehilangan motivasi, hingga munculnya berbagai keluhan fisik.

Melalui materi tersebut, peserta diajak memahami bahwa menjaga kesehatan diri bukan berarti berhenti berusaha. Justru, mengenali batas kemampuan diri merupakan bagian penting agar seseorang dapat kembali menjalankan aktivitas secara lebih optimal.

Peserta juga didorong untuk tidak memendam masalah seorang diri. Ketika menghadapi tekanan yang dirasakan semakin berat, anak dan remaja diharapkan berani mencari dukungan dari orang yang dipercaya, seperti orang tua, guru, teman, maupun tenaga profesional.

Membangun Lingkungan yang Mendukung Anak

NGOPI SAHABAT Edisi ke-7 menjadi bagian dari komitmen DP3AKB Provinsi Jawa Barat dalam menghadirkan ruang edukasi yang dekat dengan dunia anak dan remaja. Melalui kegiatan yang dikemas secara interaktif dan melibatkan peserta secara langsung, diharapkan pesan mengenai pemenuhan hak anak dapat semakin mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak. Anak membutuhkan lingkungan yang tidak hanya mendorong mereka untuk berprestasi, tetapi juga memberikan ruang untuk beristirahat, berkomunikasi, berekspresi, dan memperoleh dukungan ketika menghadapi berbagai persoalan.

Dengan mengangkat tema “Menolak Burnout, Saatnya All Out”, DP3AKB Provinsi Jawa Barat berharap para peserta tidak sekadar memahami apa itu burnout, tetapi juga mampu menerapkan langkah-langkah sederhana untuk menjaga keseimbangan diri, mengelola tekanan, mengenali kebutuhan diri, serta berani meminta bantuan ketika diperlukan.

Melalui NGOPI SAHABAT, DP3AKB Provinsi Jawa Barat terus mendorong lahirnya generasi muda Jawa Barat yang sehat, tangguh, berkarakter, percaya diri, dan mampu mengembangkan potensinya secara optimal, sehingga dapat tumbuh menjadi generasi Panca Waluya dan turut mewujudkan Jawa Barat yang semakin ramah dan responsif terhadap kebutuhan anak.

Penulis: Humas